Blog

  • Sikat US$68 Juta ETH Lagi, Tom Lee Lihat Banyak Katalis Besar di Masa Depan

    Sikat US$68 Juta ETH Lagi, Tom Lee Lihat Banyak Katalis Besar di Masa Depan

    Bitmine Immersion Technologies kembali memborong Ethereum (ETH) dengan membeli 27.180 ETH senilai sekitar US$68 juta dalam sepekan yang dilaporkan pada Senin (14/9).

    Aksi ini membawa kepemilikan perusahaan menjadi 5.956.378 ETH.

    Bitmine kini semakin dekat dengan target mengantongi sekitar 5% dari total suplai Ethereum.

    Di tengah akumulasi tersebut, Chairman Bitmine sekaligus pendiri Fundstrat Tom Lee melihat sejumlah katalis yang dapat memperkuat posisi Ethereum ke depan.

    Bitmine Tinggal Selangkah Lagi Menuju Target 5% ETH
    Dilansir CoinDesk, total suplai Ethereum saat ini berada di kisaran 122 juta ETH.

    Dengan kepemilikan 5,95 juta ETH, Bitmine masih membutuhkan sekitar 144.000 ETH untuk mencapai level 6,1 juta ETH atau sekitar 5% dari suplai tersebut.

    Aksi beli Bitmine juga berlangsung konsisten. Perusahaan tercatat menambah Ethereum setiap pekan sejak memulai strategi treasury ETH pada Juni 2025.

    Kecepatan akumulasinya pun relatif terjaga. Pada pekan sebelumnya, Bitmine juga membeli ETH dengan nilai sekitar US$69 juta.

  • Lebih Adil dan Transparan, Pelopor Essential Oil Ini Mulai Jalankan Bisnis MLM Syariah

    Lebih Adil dan Transparan, Pelopor Essential Oil Ini Mulai Jalankan Bisnis MLM Syariah

    Jakarta Young Living Indonesia, sebagai salah satu pemimpin dalam hal essential oil baik di Indonesia maupun dunia, kini resmi menjalankan bisnis berprinsip syariah setelah memperoleh sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada 29 Oktober 2024.

    Menyertai langkah ini mereka sekaligus mengantongi sertifikasi halal dari Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI untuk semua produk mereka.

    Sejak hadir di Indonesia pada 2017, Young Living telah menjadi salah satu dari tiga pasar terbesar Young Living secara global sejak 2019. Kesuksesan ini tak lepas dari kualitas mereka yang berbahan alami yang relevan untuk kebutuhan sehari-hari, serta pendekatan bisnis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

    Kini, dengan sertifikasi syariah, Young Living semakin memperkuat kepercayaan konsumen dan mitranya. Young Living Indonesia menjalankan prinsip syariah dalam operasionalnya untuk memastikan proses bisnis yang adil, transparan, dan membawa manfaat bagi banyak pihak.

    “Sebagai perusahaan direct selling atau MLM, kami ingin memperkuat kepercayaan konsumen dan para Brand Partner. Dengan menerapkan nilai-nilai syariah, kami yakin dapat memberikan dampak positif yang lebih luas,” ujar Ksatrio Yudho Sampurno, Vice President APAC South & General Manager Young Living Indonesia.

    Proses implementasi syariah ini telah dimulai sejak 2020. Dengan kepatuhan terhadap kaidah Islam, bisnis Young Living dijalankan secara profesional, memberikan kejelasan bagi konsumen, serta memastikan integritas dalam setiap transaksi.

    Dr. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A., Ketua Bidang Industri, Bisnis, dan Ekonomi Syariah DSN-MUI, menjelaskan, “Penerapan prinsip syariah menjadi hal fundamental dalam bisnis. Adanya perjanjian tertulis yang jelas sesuai kaidah Islam memastikan transparansi dan keadilan antara kedua pihak.”

  • Halo dunia!

    Selamt datang di WordPress. Ini adalah pos pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai menulis!